Berita

Rencana Mendagri Tito Jadikan Pilkada Serentak 2020 Model untuk Pemilihan Mendatang

  • 16 Des 2020
Rencana Mendagri Tito Jadikan Pilkada Serentak 2020 Model untuk Pemilihan Mendatang

YOGYAKARTA, KOMPAS.TV- Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengapresiasi pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 yang berlangsung aman. Bahkan, mendagri berencana menjadikan pelaksanaan pemungutan suara dalam Pilkada Serentak 2020 sebagai model pemilihan di masa yang akan datang.

Menurut Mendagri Tito, pelaksanaan pemungutan suara dalam Pilkada Serentak 2020 bisa menerapkan protokol kesehatan Covid-19 dengan baik. Hal ini berpengaruh terhadap keseluruhan pelaksanaan pemngutan suara, termasuk kondisi rekan-rekan di tempat pemungutan suara (TPS).
“Ketegasan aparat, pengaturan jam, semua berpengaruh, mencegah kerumunan, mempermudah rekan-rekan di TPS, tidak ramai, kondisi yang konstan jadi lebih rileks. Mudah-mudahan ini bisa jadi model pilkada di masa mendatang,” ujarnya seusai Refleksi dan Proyeksi Pelaksanaan Pilkada Serentak Tahun 2020 di Yogyakarta, Senin (14/12/2020).

Mendagri Tito menuturkan Pilkada Serentak 2020 bisa menjadi bahan diskusi dengan negara lain sekaligus menunjukkan kemampuan bangsa Indonesia menyelenggarakan peristiwa kolosal di tengah pandemi Covid-19. Keberlangsungan Pilkada Serentak 2020 tidak lepas dari koordinasi dan sinergi yang baik antara pusat dan daerah.

Tidak hanya itu, Pilkada Serentak 2020 ini merupakan pilkada terbesar nomor dua di dunia setelah Amerika Serikat. Sebagai perbandingan, pada 2020 terdapat 90-an negara yang melaksanakan pemilu lokal maupun nasional.

Mendagri Tito juga berterima kasih kepada rekan-rekan di partai politik yang mendukung jalannya Pilkada Serentak 2020 sehingga kepatuhan bisa terwujud dengantingkat partisipasi yang tinggi. Pada Pilkada Serentak 2020, tingkat partisipasi mencapai 75,83 persen.